
JURNAL4D – Bellingham Penuhi Ekspektasi Manajer timnas Inggris Thomas Tuchel puas dengan performa Jude Bellingham di Piala Dunia 2026. Bellingham memenuhi tuntutan sebagai pemain andalan.
Bellingham sejauh ini sudah mencetak dua gol dan satu assist dalam tiga pertandingan Inggris di Piala Dunia 2026. Terakhir, pemain Real Madrid itu mencetak gol dan menyumbang assist saat Inggris menang 2-0 atas Panama di laga terakhir Grup L.
Itu berarti Bellingham terlibat dalam setengah gol Inggris di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 23 tahun itu juga dua kali terpilih sebagai Man Of The Match.
Bellingham Penuhi Ekspektasi
Tuchel menyebut Bellingham memenuhi harapannya sebagai pemain kunci untuk Inggris. Ia pun berharap Bellingham akan terus gemilang di babak-babak berikutnya.
“Saya tidak yakin apakah itu reaksi tapi itulah yang kami inginkan darinya,” ujar Tuchel seperti dilansir Sky Sports.
“Dia sudah sangat positif sejak hari pertama di pemusatan latihan. Dia sepenuhnya terlibat dalam segala hal sebagai bagian dari tim, dan dia membawa kualitas individunya untuk menentukan (hasil) pertandingan.”
“Itulah yang kalian lihat sekarang di Piala Dunia dan apa yang kalian lihat dari tim-tim lain dan pemain-pemain besar lainnya. Dia pemain kunci. Dan dia menerima dan berkomitmen semua yang kami tuntut darinya sebagai pemain tim.”
“Kerja yang bagus sampai sekarang. Dia harus jalan terus,” katanya.
Pertandingan ini sendiri berjalan sangat ketat sejak menit awal, di mana kedua tim saling jual beli serangan dengan intensitas tinggi. Jepang yang mengandalkan kedisiplinan taktik tinggi sempat membuat frustrasi para penyerang Brasil lewat skema pertahanan berlapis yang rapat. Keberhasilan mencuri gol di babak pertama bahkan sempat memunculkan spekulasi bahwa kejutan besar akan kembali tercipta di turnamen sepak bola terakbar jagat raya ini.
Namun, mentalitas juara yang di miliki Brasil terbukti menjadi pembeda di paruh kedua. Perubahan strategi yang di lakukan di pinggir lapangan secara perlahan mulai mengikis dominasi permainan Jepang. Faktor kelelahan fisik dan tekanan mental yang meninggi di menit-menit akhir di sinyalir menjadi pemicu utama hilangnya fokus para pemain Samurai Biru, yang puncaknya berujung pada kesalahan fatal di lini tengah. Kekalahan menyakitkan ini tentu menjadi pelajaran berharga sekaligus evaluasi besar bagi masa depan sepak bola Jepang di kancah internasional.
