
JURNAL4D – Tottenham Langsung Dibantai Brentford Pekan pembuka Premier League musim 2026/2027 menyajikan kejutan besar sekaligus ironi bagi kubu Tottenham Hotspur. Alih-alih memetik kemenangan perdana, skuad asuhan Roberto De Zerbi justru harus takluk di kandang Brentford dengan skor telak tanpa balas, 0-3, di Gtech Community Stadium.
Hasil minor ini tentu menjadi sorotan tajam mengingat aktivitas belanja jor-joran yang di lakukan manajemen Spurs pada bursa transfer musim panas ini.
Tottenham Langsung Dibantai Brentford , Investasi Besar yang Belum Padu
Sebelum laga perdana ini di mulai, Tottenham tercatat telah menggelontorkan dana fantastis hingga sekitar 267 juta euro—atau setara dengan Rp5,52 triliun—demi merombak dan memperkuat komposisi tim. Sejumlah nama beken seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, hingga Jan Paul van Hecke di datangkan dengan mahar tinggi.
Bahkan, angka tersebut belum menghitung potensi kedatangan pemain lain seperti Savinho dan Omar Marmoush dari Manchester City. Kendati demikian, gelontoran dana masif tersebut nyatanya belum mampu memberikan instan dampak positif di atas lapangan hijau.
Jalannya Pertandingan: Brentford Tampil Efektif
Tottenham Langsung D ibantai Brentford
Belum sempat keluar dari tekanan, Spurs kembali melakukan blunder di lini tengah. Memasuki menit ke-33. Vitaly Janelt sukses menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Antonin Kinsky untuk menggandakan keunggulan The Bees menjadi 2-0.
Memasuki paruh kedua, De Zerbi mencoba mengubah peruntungan dengan memasukkan rekrutan baru Mateus Fernandes untuk menjalani debutnya. Namun, alih-alih bangkit, gawang Tottenham kembali jebol pada menit ke-49. Kinsky gagal mengamankan bola tendangan voli Sangare dengan sempurna, sehingga Michael Kayode dengan sigap mencetak gol ketiga Brentford.
Brentford sebenarnya berpeluang memperbesar keunggulan lewat titik putih setelah Rodrigo Bentancur melanggar Kevin Schade. Beruntung bagi Spurs, eksekusi penalti Igor Thiago hanya membentur tiang gawang. Di sisi lain, upaya dari pemain pengganti Mikey Moore di sisa waktu pertandingan gagal membuahkan gol hiburan bagi tim tamu.
Kekalahan perdana ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi Roberto De Zerbi untuk segera menemukan formula terbaik dan mempadukan para pemain bintang barunya sebelum kompetisi semakin sengit. Sebaliknya, hasil ini membuktikan bahwa efektivitas permainan kolektif masih menjadi senjata ampuh untuk meredam kekuatan finansial klub-klub besar.
